Pasien sakit mag harus memperhatikan pola hidup dan asupan makanannya sehari-hari. Namun tidak kalah penting untuk mengutamakan pikiran yang selalu positif dan tidak tertekan pada suatu hal, atau yang dikenal dengan stres.
"Jangan lupa, faktor sakit mag bukan hanya soal makanan, tapi juga faktor dari pikiran. Jangan sampai banyak stres, semakin banyak stres keluhan magnya makin banyak muncul," ujar dr Hendra Nurjadin, SpPD-KGEH dari RS Mayapada Tangerang kepada detikHealth.
Terkait dengan stres, menurut berbagai penelitian tertawa dapat mengurangi stres. Seperti penelitian yang dilakukan oleh dr Lee Berk dan dr Stanley Tan di Loma University yang terletak di California, Amerika Serikat, bahwa tertawa dapat mengurangi tingkat hormon stres. Pengurangan hormon stres dapat menyebabkan kinerja sistem kekebalan tubuh meningkat.
Ketika Anda tertawa, terjadi peningkatan aliran darah yang kaya oksigen ke dalam tubuh Anda dan pelepasan hormon endorfin, hormon tersebut yang menciptakan perasaan bahagia serta menghambat perasaan dan tekanan negatif.
Maka dari itu, pasien sakit mag sangat dianjurkan untuk meningkatkan selera humor agar selalu tertawa. Dengan melakukan hal-hal kecil seperti menonton film lucu, menonton komedi situasi, bermain dengan balita yang lucu, ataupun bersenda gurau dengan keluarga maupun teman.
Dengan tertawa Anda dapat menghilangkan stres dan sakit mag tidak mudah muncul atau bahkan dapat sembuh.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar